Diskusi Purnamean Perdana

Posted by


Pada Hari Minggu, 27 Januari 2019 ICHI Regional NTB   melaksanakan diskusi dengan Judul Revitalisasi Pemahaman dan Pelaksanaan Yadnya bertempat di Kampus STAHN Gde Pudja Mataram. Kegiatan ini sebagai realisasi perdana salah satu program bulanan yang disebut Diskusi Purnamean. Pada diskusi perdana ini penyaji adalah Ketua ICHI NTB Bapak Dr. I Gusti Lanang Media,M.Si. sebagai moderator adalah Drs. Dewa Wayan Parwata Bonha, MM  dan notulen I Gusti Agung Wisudawan ,SH.,MH

Diskusi dibuka secara resmi oleh Ketua PHDI NTB, Bapak Drs. Gde Mandra yang memberikan apresiasi sangat mendalam pada kegiatan tersebut.

Mengawali pemaparan Lanang Media menyampaikan latar belakang judul tulisannya,bahwa pada masyarakat Hindu khususnya di bali dalam pelaksanaan Panca Yadnya lebih diprioritaskan dalam bentuk persembahan/upakara  masih terkungkung pada kegiatan ritualnya saja.
Hal ini tercermin pada prilaku umat jika untuk keperluan ritual mereka rela mengeluarkan dana jutaan, hingga ratusan juta. Demikian juga untuk punia harta benda/kekayaan, jika  melakukan punia untuk pembangunan pura tidak tanggung-tanggung umat yang memiliki dana menyumbangkan hingga ratusan juta rupiah.
Secara tatwa bentuk yadnya menurut Bhagawadgita ada 5 jenis yaitu :
      1. Yadnya dalam bentuk persembahan/Upakara
      2. Yadnya dalam bentuk pengendalian diri/tapa
      3. Yadnya dalam bentuk aktivitas/karma
      4. Yadnya dalam bentuk harta benda / kekayaan/punia
      5. Yadnya dalam bentuk ilmu pengetahuan/jnana
Dengan adanya dasar sastra tersebut seharusnya pelaksanaan yadnya mampu lebih kontekstual sesuai kebutuhan kekinian. Yadnya juga harus mengembangkan aktivitas/karma dan punia untuk membantu permasalahan sosial ekonomi kemasyarakatan.
Sangat sedikit yang menyadari bahwa punia harta benda untuk sesama manusia adalah sangat mulia. Ini terindikasi dengan sedikitnya kepedulian umat terhadap warga yang kurang mampu yang dikelola oleh yayasan-yayasan sosial yang ada. Padahal jika potensi umat yang sangat besar mau berbagi melalui punia untuk membantu umat Hindu yang lain yang berada pada posisi ekonomi bawah maka kesejahteraan ekonomi umat Hindu (baca: Bali) memungkinkan untuk diangkat.
Dari beberapa fakta yang ada maka oleh penyaji permasalahan bagi umat Hindu adalah :
  • Banten diterjemahkan sebagai sebuah keharusan.
  • Makna banten menjadi tertutup rapat oleh rutinitas-ritualitas.
  • Sebagian umat beranggapan bahwa banten sebagai suatu yang rumit, seni, boros dan berfungsi sesaat.
  • Bergesernya makna banten dsri kancah filosofis-spiritual ke zona ekonomi. Banten menjadi komoditas bisnis
  • Diprediksi umat Hindu di Bali mengeluarkan dana tidak kurang dari Rp 6,6 triliyun/tahun untuk keperluan upacara dan sebagian besar unt membeli bahan-bahan banten yg dipasok dari luar Bali.
Beberapa kutipan tulisan ditampilkan sebagai bukti bahwa umat Hindu hanya mengutamakan ritual dan akhirnya bermuara pada munculnya permasalahan ekonomi masyarakat itu sendiri.

Selama pelaksanaan diskusi terutama saat sesi tanya jawab, antusias dari peserta sangat tinggi. Banyak pandangan dan masukan dari peserta yang melengkapi materi. Tidak kurang dari 13 orang peserta dari berbagai unsur kelembagaan ataupun unsur masyarakat yang memberikan tanggapan.
Secara umum tanggapan peserta bahwa menyambut positif kegiatan ini termasuk judul yang diangkat dan diharapkan untuk dilakukan pengkajian yang lebih mendalam oleh para pakar yang kompeten. Semangat revitalisasi ini tidak hanya sebatas ruang seminar tetapi harus dilakukan sosialisasi  melalui berbagai lini dan berbagai media yang ada. Tanggapan peserta secara lengkap bisa dibaca pada Diseminator Revitalisasi Pemahaman dan Pelaksanaan Yadnya

Peserta diskusi yang hadir baik dari tokoh masyarakat, Pengurus ICHI NTB, unsur PHDI Provinsi NTB, PHDI Kota Mataram, WHDI Provinsi NTB, WHDI Kota Mataram, WHDI Kecamatan se kota Mataram,Yayasan Dharma Laksana Mataram, Pinandita/Pemangku , KMHD, Fokus, serta dari Dosen STAHN Gde Pudja Mataram.

Kegiatan berakhir sekita pukul 13.00 wita dan menjadi harapan besar bagi semua yang hadir agar ICHI NTB bisa memberikan kontribusi yang lebih bagi pengembangan Umat Hindu khususnya Hindu di NTB dan Bali.

Foto kegiatan klik disini
Diseminator  Revitalisasi Pemahaman dan Pelaksanaan Yadnya klik disini


Blog, Updated at: January 27, 2019

0 comments:

Post a Comment


Klik Untuk Melihat Halaman